TANGGUNG JAWAB TERHADAP LINGKUNGAN SEBAGAI BENTUK KEIMANAN KITA KEPADA ALLAH SWT

 Masalah lingkungan hidup merupakan masalah global yang semakin disadari sebagai masalah yang kompleks dan serius yang dihadapi oleh umat manusia di dunia. Semakin padatnya jumlah penduduk, terbatasnya sumber daya alam, dan penggunaan teknologi modern untuk mengeksploitasi alam secara semena-mena, membawa kepada semakin menurunnya kualitas lingkungan hidup. Erosi, pengurasan sumber-sumber daya alam, lapisan ozon yang rusak, pengotoran dan perusakan lingkungan, menghasilkan ketidakseimbangan ekologis, yang pada gilirannya akan sangat membahayakan kelangsungan hidup umat manusia. Selama kurun waktu satu dekade belakangan ini, Indonesia selalu ditimpa oleh bencana alam, baik itu banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, kekeringan karena musim kemarau yang begitu panjang. Ibu kota Jakarta pun sangat sering menjadi korban kegenasan alam dengan misalnya banjir parah seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Banyaknya bencana alam yang menimpa Indonesia itu, memunculkan banyak asumsi, diantaranya ialah bahwa mutu lingkungan hidup Indonesia sangat jauh dari kata baik. Gundulnya kawasan hutan yang menjadi kawasan penyangga daerah kota, banyaknya kawasan hutang yang diubah peruntukannya untuk lahan perkebunan, dinilai banyak pihak sebagai biang kerok terjadinya bencana alam di mana-mana. Rusaknya ekosistem alam teresbut memunculkan fenomena rusaknya iklim global, seperti pembangunan rumah yang impermeable, tata kota yang amburadul, perusakan alur sungai alamiah, dan pelanggaran undang-undang yang mengamankan kawasan-kawasan tertentu menjadi immediate causes banjir masif.

1.Banyak pihak yang menuding ketidakpedulian manusia terhadap alam, menyebabkan munculnya bencana alam itu. Rakusnya manusia yang mengeksplorassumber daya alam tanpa kendali sehingga membuat rusak ekosistem alam yang telah diciptakan oleh Allah SWT. Bahkan sejak lama masalah lingkungan hidup mendapat perhatian serius, terutama ketika eksploitasi lingkungan hidup dilakukan secara berlebihan yang menimbulkan kerusakan lingkungan dan berimbas kepada ekosistem.

2.Sebenarnya Indonesia sudah memiliki banyak instrumen untuk mengatasi permasalahan lingkungan hidup, misalnya eksistensi Menteri Lingkungan Hidup, Badan Lingkungan Hidup, tetapi semua instrumen tersebut menjadi mandul ketika menghadai fakta bahwa kerusakan lingkungan menjadi kian masif terjadi. Pada sisi lain Islam sendiri sebenarnya telah banyak menawarkan berbagai solusi untuk mengatasi permasalahan lingkungan. Dalam berbagai kesempatan Allah SWT dan Nabi Muhammad saw, sering kali mengingatkan umatnya untuk menjaga kelestarian lingkungan agar terhindar dari bencana. Sebagai agama yang hanif, Islam dalam pesan moralnya melalui ayat-ayat suci Alquran, acap kali menyapa pembacanya dengan gaya yang khas, yang hanya menerapkan aspek moral ketimbang aspek hukum dalam menjaga kelestarian alam.

Lingkungan merupakan bagian dari integritas kehidupan manusia. Sehingga lingkungan harus dipandang sebagai salah satu komponen ekosistem yang memiliki nilai untuk dihormati, dihargai, dan tidak disakiti, lingkungan memiliki nilai terhadap dirinya sendiri. Integritas ini menyebabkan setiap perilaku manusia dapat berpengaruh terhadap lingkungan disekitarnya. Perilaku positif dapat menyebabkan lingkungan tetap lestari dan perilaku negatif dapat menyebabkan lingkungan menjadi rusak. Integritas ini pula yang menyebabkan manusia memiliki tanggung jawab untuk berperilaku baik dengan kehidupan di sekitarnya. Kerusakan alam diakibatkan dari sudut pandang manusia yang anthroposentris, memandang bahwa manusia adalah pusat dari alam semesta. Sehingga alam dipandang sebagai objek yang dapat dieksploitasi hanya untuk memuaskan keinginan manusia, 20Hal itu digambarkan oleh Allah dalam surat al-Rum ayat 41.

Dalam perspektif Islam Manusia dan lingkungan memiliki hubungan relasi yang sangat erat karena Allah Swt menciptakan alam ini termasuk di dalamnya manusia dan lingkungan dalam keseimbangan dan keserasian. Keseimbangan dan keserasian ini harus dijaga agar tidak mengalami kerusakan. Kelangsusungan kehidupan di alam ini pun saling terkait yang jika salah satu komponen mengalami gangguan luar biasa maka akan berpengaruh terhadap komponen yang lain.21Dalam perspektif etika lingkungan (etics of environment), komponen paling penting hubungan antara manusia dan lingkungan adalah pengawan manusia. Tujuan agama adalah melindungi, menjaga serta merawat agama, kehidupan, akal budi dan akal pikir, anak cucu serta sifat juga merawat persamaan serta kebebasan. Melindungi, menjaga dan merawat lingkungan adalah tujuan utama dari hubungan dimaksud. Jika situasi lingkungan semakin terus memburuk maka pada akhirnya kehidupan tidak akan ada lagi tentu saja agama pun tidak akan ada lagi.22Manusia sebagai faktor dominan dalam perubahan lingkungan baik dan buruknya dan segala sesuatu yang terjadi dalam lingkungan dan alam. Di dalam Alquran dijelaskan bahwa kerusakan lingkungan baik di darat maupun di laut pelakunya adalah manusia karena eksploitasi yang dilakuakan manusia tidak sebatas memenuhi kebutuhan untuk mempertahankan hidup dan tidak mempertimbangkan kelangsungan lingkungan dan keseimbangan alam tetapi lebih didasarkan pada faktor ekonomi, kekuasaan dan pemenuhan nafsu yang tidak bertepi. Karena faktor dominan manusia terhadap alam terutama kerusakan lingkungan yang ada maka Allah mengingatkan dalam surat Al - A`raf ayat 56.